16 Subsektor Ekonomi Kreatif, Salah Satunya Pengembangan Game
Others

16 Subsektor Ekonomi Kreatif, Salah Satunya Pengembangan Game

Hampir keseluruhan 16 subsektor ekonomi kreatif di negara kita kini mengalami perkembangan yang signifikan. Kontribusinya untuk Indonesia memang tidak main-main, setiap tahunnya selalu ada peningkatan angka persentase yang diberikan oleh sektor ini.

Di era teknologi canggih seperti ini, sektor ekonomi kreatif memang berhasil berkembang karena bantuan teknologi tersebut. Ide yang dituangkan melalui teknologi digital, berhasil mempermudah kegiatan manusia dalam kehidupan sehari-hari di masa kini.

16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Pemerintah Indonesia sudah membuat kategori resmi mengenai subsektor industri kreatif ini, jumlah keseluruhannya ada 16 dan hampir semuanya memiliki pasar yang menjanjikan. Agar kamu bisa tahu lebih jelas, simak uraiannya di sini:

  1. Aplikasi Pengembangan Permainan
  2. Arsitektur
  3. Desain Interior
  4. Desain Komunikasi Visual
  5. Desain Produk
  6. Fesyen (Fashion)
  7. Video, Film, dan Animasi
  8. Fotografi
  9. Kriya
  10. Kuliner
  11. Musik Penerbitan
  12. Penerbitan
  13. Periklanan
  14. Seni Pertunjukan
  15. Seni Rupa
  16. Televisi & Radio

Bekraf Kembangkan Subsektor Game dan Aplikasi

Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) merupakan organisasi yang dibangun oleh pemerintah untuk menaungi para pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Subsektor game dan aplikasi menjadi yang paling unggul saat ini, karena perkembangan teknologi kini semakin maju dan semakin banyak peminat.

Wakil Kepala Bekraf memperkirakan bahwa nilai pasar game digital diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp. 10 triliun per tahun. Angka ini sangat fantastis untuk subsektor yang masih terbilang baru di negara kita ini.

Sayangnya, jumlah startup lokal di bidang ini masih terbatas, sehingga masih banyak pasar games nasional yang dikuasai oleh negara asing. Hal ini terjadi karena terbatasnya jumlah modal, sehingga kepemilikan usahanya masih terbatas.

Di sisi lain, banyak investor asing dengan modal besar datang ke negara kita untuk mengakuisisi start up di sektor aplikasi dan game. Mereka dapat melihat potensi pasar negara kita yang sangat besar, lebih dari 250 juta penduduk dengan 60% di antaranya masih berada pada usia produktif.

Sama halnya untuk bidang aplikasi, Indonesia juga memiliki potensi pasar yang besar. Situasi ini tentu harus mendapat perhatian khusus, karena dapat meningkatkan kemajuan perekonomian negara kita secara signifikan.

Potensi Pasar di Indonesia

Beragam produk game dan aplikasi harus terus dikembangkan, karena potensi pasarnya sedang ada di titik tertinggi. Terutama di masa pandemi covid seperti ini, masyarakat akan lebih banyak meluangkan waktu untuk smartphonenya, entah itu untuk pekerjaan atau hanya sekedar hiburan saat bosan saja.

Tantangan besar bagi pemerintahan Indonesia, yaitu harus bisa menciptakan ekosistem baru agar kontribusi ekonomi kreatif dapat semakin meningkat, serta tidak dimanfaatkan sepenuhnya oleh pihak asing. Sebagai penduduk asli negara ini, kita juga harus bisa merasakan manfaat kontribusinya.

Pemerintah harus menemukan cara bagaimana agar start up game dan aplikasi lokal bisa cepat naik kelas. Para ahli menyatakan bahwa sekitar 57% masyarakat Indonesia memainkan games dan aplikasi lokal, dan 72% lainnya hanya memainkannya dalam waktu senggang saja.

Aplikasi dan Games Jadi Unggulan

Subsektor aplikasi dan game menjadi unggulan di sektor ini. Didukung dengan ide-ide segar para pelaku ekonomi kekinian, produk yang dihasilkan pun memiliki pasar yang semakin luas. Berikut ini beberapa penjelasan mengapa sektor ini berhasil menjadi unggulan:

1. Tumbuh Sejak 2011

Subsektor aplikasi dan game sudah berkembang pada tahun 2011, sejak saat itu perkembangannya semakin maju dan cukup pesat. Dengan latar belakang teknologi informasi, berbagai kebutuhan pasar akan aplikasi dan game bisa terus dipenuhi dari ide kreatif para pelaku bisnis.

2. Banyak Pelaku Bisnisnya

Selain itu, pelaku bisnis yang menekuni bidang ini juga semakin banyak setiap tahunnya. Diketahui ada lebih dari 2.200 pelaku bisnis yang setiap tahunnya berhasil meningkatkan subsektor ini menjadi lebih bagus lagi.

3. Memiliki Forward Linkage

Dilihat dari faktor ekonomi, sektor ini punya indikasi forward linkage atau keberlanjutan bisnis meliputi bidang kuliner, film, animasi, dan videografi. Semua subsektor tersebut ikut berkembang pesat, seiring dengan berkembangnya sektor aplikasi dan game ini.

Mungkin kamu tertarik untuk terjun di salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif di atas? Jika iya, sebaiknya persiapkan dari sekarang agar dengan mulai mencari banyak referensi. Semakin banyak kamu punya referensi, semakin banyak juga ide yang bisa kamu hasilkan.